Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 September 2011

Q~ta Foundation Berikan Santunan Perdana

Pernahkah kita menyadari bahwa sedikit saja bantuan kita sangat berarti bagi mereka? Dengan semakin tingginya harga kebutuhan pokok di Negeri ini, semakin tinggi pula kocek yang harus disediakan sebuah keluarga untuk memperolah kehidupan yang memang layak. Sehingga beberapa dari Rakyat Negeri ini rela merantau ke Ibu Kota bahkan ke negeri tetangga hanya untuk mendapatkan kelayakan hidup bagi keluarganya. Tak peduli apa yang mereka kerjakan, tak peduli akan resiko kegagalan yang menyebabkan terlantarnya keluarga. Namun mereka tetap berusaha mencari selembar kertas yang katanya berharga itu.

Bukan menjadi berita yang baru bahwa untuk dapat bersekolah di Negeri ini sangat sulit. Dan kabarnya Pemerintah telah menggratiskan biaya sekolah dari mulai PAUD hingga tingkat SMP. Namun, Apakah itu sudah cukup? Sedangkan Standar Minimal tenaga kerja berpatokan pada lulusan SMA yang memang belum gratis.

Di satu Daerah di wilayah Banten Selatan pada khususnya, sangat banyak Keluarga yang tidak mampu membiayai Putra-putrinya hingga kejenjang Menengah Atas. Sehingga banyak sekali di daerah tersebut yang mampu mengenyam pendidikan hingga Menengah Pertama.

Firman Maulana, yang sering disapa Lanay menjadi target pertama Q~ta Foundation pada program Peduli Pendidikan lebak Selatan. Remaja yang lahir pada tanggal 26 Juni 1995 ini merupakan anak ke-5 dari 5 bersaudara, ia berencana melanjutkan sekolah di SMA N 1 Malingping Kelas Jauh di desa Sumber Waras.

Bagi Putra Almarhum Suardi ini, pendidikan gratis belum cukup meringankan beban keluarganya. Karena kebutuhan akan seragam & fasilitas belajar pribadi sering kali tidak masuk dalam daftar beasiswa pendidikan.

Pada program ini, Q~ta Foundation memberikan fasilitas sekolah berupa 1 potong baju seragam putih, 1 potong celana abu-abu, 1 potong celana hitam dan Ransel.

Gerakan nyata yang kami lakukan ini hanyalah gerakan kecil yang akan memberikan semangat juang pada masyarakat yang memiliki keinginan untuk maju dalam pendidikan. Semoga gerakan ini memberikan inspirasi bagi seluruh masyarakat yang peduli akan “Mereka”.

Jika Anda peduli pada “Mereka” dan ingin berbagi “keringat” dengan mereka. Kami siap memfasilitasi anda untuk menyalurkannya pada mereka yang membutukannya, terutama di Daerah Lebak selatan.

Silakan Kunjungi Fans page “Peduli Pendidikan Lebak Selatan” dan like Fans Pagenya untuk mendapatkan informasi dalam setiap gerakan. Atau anda bisa juga melayangkan pertanyaan pada kami via email sahabatqta@gmail.com.


Senin, 05 September 2011

Gerakan Peduli Pendidikan Lebak Selatan

Pendidikan adalah hak setiap manusia. Di Indonesia sendiri, hak mendapatkan pendidikan di diamanatkan dalam UU No 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional "Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu". Bahkan pemerintah sudah mewajibkan dan menjamin wajib belajar 9 tahun bagi warga negara Indonesia.

Tugas pemerintah adalah menyediakan fasilitas dan memberikan kesempatan kepada warga negaranya untuk mengenyam pendidiikan dan menyadarkan masyarakat tentang pentingnya pendidikan. Karena seperti kata pepatah, maju mundurnya suatu bangsa tergantung dari pendidikannya .

Menyadarkan arti pentinya pendidikan tak sepenuhnya tugas pemerintah. Kita sebagai masyarakat juga punya andil untuk menyadarkan masyarakat lainnya tentang arti penting pendidikan dan bergerak nyata untuk memberikan kesempatan masayarakat mendapatkan pendidikan, terutama masyarakat masyarakat kurang mampu.

* * *
Beberapa bulan silam, seorang Guru yang mengajar di kelas jauh dari SMA Negeri 1 Malingping di desa Sumber Waras 'curhat' tentang masih rendahnya kesadaran akan pendidikan. Dia bercerita tentang susahnya mengajak dan mencari murid yang mau bersekolah disana. Padahal di SMA kelas jauh itu, pihak sekolah tak begitu membebankan soal biaya sekolah. Murid hanya cukup datang dan belajar.

Dia kemudian membandingkan dengan kondisi di Kampung Halamannya di daerah Jawa Tengah. Para orang tua rela menjual sawah dan mebanting tulang agar anaknya sekola setinggi-tinggi dan anaknyapun begitu bersemangat. Tapi sebaliknya di Malingping.. Miris

Ya, agak miris mendengar relitas itu. Tapi tak semua seperti di yang curhatkan diatas, ada banyak warga Malingping khususnya dan Lebak selatan Umumnya yang bersemangat mengenyam pendidikan, bahkan sampai ada yang keluar negeri. Terkadang ada pula yang bersemngat dan orangnya lumayan cerdas tapi terbentur oleh kemampuan ekonomi orang tuanya.

Selain tingkat kesadaran, keterbatasan fasilitas yang di berikan pemerintah Lebak untuk wilayah Lebak selatan masih sangat kurang. jangankan untuk wilayah lebak selatan, untuk seluruh wilayah Lebak saja hingga saat ini masih kekurangan 1.045 ruang kelas untuk sekolah dasar (SD)

***

Nah..haruskah kita tinggal diam? Sudah selayaknya kita warga lebak Selatan bergerak, menyadarkan masyarakat tentang arti penting pendidikan. Jika agak susah melalui dunia nyata, oleh karena ini era di digtal (era facebook), yuks kita mulai dari facebook. Bersama-sama kita mendukung gerakan Gerakan Peduli Pendidikan Lebak Selatan.

Caranya?, ya dengan me-like fans page Peduli Pendidikan Lebak Selatan. Sebarkan (share0 dan ajak teman-teman facebook kita untuk melike dan men-share tentang gerakan itu. dan jangan lupa sharing juga gagasan dan ide, cerita inspiratif dan pahit tentang pendidikan di lebak selatan. Yuks kita bergerak secara nyata.
 
 
Copyright © dari Q-ta untuk Semua
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com